Tantang Arsitektur Muda, Onduline Gelar Kompetisi Desain Atap OGRA 2019

September 25, 2020 by No Comments

PT Onduline Indonesia, produsen atap ramah lingkungan menyelenggarakan persaingan bertema Onduline Green Roof Awards (OGRA) 2019. Dalam penyelenggaraan persaingan bentuk atap ramah lingkungan kali ke-4 ini, Onduline membawa obyek Tropical Green Roof Sistim. Country Director PT Onduline Indonesia Tatok Prijobodo mengatakan, arena OGRA memiliki tujuan beri motivasi banyak pro, serta arsitek muda agar dapat berikan pemecahan konseptual, serta terus-terusan berkaitan bentuk atap.

Simak Juga : atap spandek zincalume

“Indonesia sebagai negara tropis, jadi prinsip bentuk yang dibuat mesti serasi serta sama. Gak cuma kuat, namun sesuai buat wilayah tropis,” kata Tatok, di Tangerang, Kamis (24/1/2019). Ia menyambung, OGRA sebagai bentuk animo PT Onduline Indonesia untuk perubahan arsitektur di Indonesia. Banyak peserta persaingan bisa mengekspresikan inspirasi kreatif serta inovatif berkaitan metode green roof serta aplikasinya pada atap bangunan dengan terus melihat gosip ramah lingkungan, metode drainase menyeluruh, serta hal durabilitas. Bacalah juga: Rancang Sustainable Building, Ary Indrajanto Terhebat IAI Awards 2018 Pendaftaran persaingan dibuka mulai 1 Februari 2019 sampai 30 Agustus 2019, dengan tujuan 160 karya bentuk. Angka ini makin banyak dibanding dengan tahun 2017 lantas sejumlah 120 karya bentuk. OGRA terbuka untuk banyak pro di sektor arsitektur, desainer interior, pengembang, konsultan perencana serta kontraktor pelaku yang udah profesinya sekurang-kurangnya 1 tahun. “Mereka bisa menuruti sayembara ini dengan prasyarat, inspirasi bentuk yaitu karya asli peserta serta belumlah sempat diberitakan dalam persaingan apapun,” tegas Tatok.

Baca Juga : onduline atap

Ia memberi tambahan, karya bentuk bisa ditempatkan pada bentuk bangunan apapun, gedung komersil (high rise) atau tempat tinggal dengan luas atap serentang 150 mtr. persegi sampai 350 mtr. persegi. “Kami pun cari bentuk atap ramah lingkungan yang memperhitungkan ciri-ciri lokal, tidak hanya sesuai dengan iklim tropis di Indonesia,” cetus Tatok. Berperan sebagai dewan juri yaitu Chair Person of Green Building Council Indonesia Naning Adiwoso, serta Core Founder Green Building Council Indonesia yang Principal of Tropica Greeneries Anggia Murni. Semuanya karya bentuk bakal dihimpun dengan mewah dalam buku Tropical Green Roof Bentuk serta dibagikan dengan nasional. Juara persaingan diberitakan pada tengah September 2019, dengan detail hadiah uang tunai keseluruhan sejumlah Rp 75 juta serta dua gawai technologi terkini.

READ  Noda Karat di Kamar Mandi ? ,Yuk Pakai Bumbu Dapur