Ini Alasan Mengapa Material Satu Ini Ampuh Cegah Gempa!

September 25, 2020 by No Comments

Baja ringan berubah menjadi material yang digemari di dunia konstuksi, dengan keutamaannya yang gampang serta kuat, baja ringan dianggap dapat mengalahkan kerangka kayu dan baja konvesional.

Lantas apa ketaksamaan dari kerangka kayu serta baja ringan?

Kesempatan ini Gede Wijaya, Penjualan Eksekutif dari PT NS BlueScope Lysaght Indonesia (Lysaght) membanding-bandingkan kerangka kayu, baja konservatif serta baja ringan.

Menurut Gede Wijaya, kerangka baja konservatif punya beban paling berat ialah 25 kg/m², kerangka kayu punya berat lebih kurang 18 kg/m², dan baja ringan cuma punya beban umumnya 9 kg/m².

Artikel Terkait : rangka atap baja ringan
“Ringannya kerangka atap baja ringan berikut ini yang mendukung kurangi beban bangunan, terpenting waktu berlangsung guncangan gempa,” kata Gede Wijaya.

Akan tetapi tak bermakna semua kerangka atap baja ringan yakin tahan gempa. Cuma kerangka atap baja ringan yang dirancang, dibuat serta terpasang secara benar yang dapat punya kelebihan itu.

Sebab itu, Gede Wijaya menganjurkan pemilik rumah buat semakin jeli disaat menentukan material serta tenaga pemasang.

Pemecahan Atap Tahan Gempa
Dia memberi contoh satu diantara produk NS Bluescope Lysaght yang memiliki nama Lysaght Smartruss. Produk itu lewat proses bentuk dengan fitur lunak serta membuahkan gambar kerja yang terperinci.

Dengan demikian, tenaga penempatan miliki tips jelas serta prosedurnya bisa termonitor secara baik sampai akhir.

Demikian pula kerangka atap baja ringan dari Tata Logam dengan produk unggulannya Taso. Taso pun mengakui produknya tahan gempa, gampang, miliki keluwesan, juga cepat dalam proses penyelesaiannya.

Gabriel Possenti P. W., Digital Penjualan Pakart dari PT Tata Logam Lestari mengatakan kalau produk Taso bisa tahan pada gempa serta bisa bertahan lebih dari selama 10 tahun apabila diselesaikan dengan pas oleh pakarnya.

Simak Juga : jarak kuda kuda baja ringan
liustrasi gempa
Perihal ini penuhi standard nasional dari pemerintah dimana tiap-tiap baja ringan mesti bisa bertahan sampai 10 tahun.

Di pasar, baja ringan dipasarkan di harga lebih kurang Rp120.000/m2 buat brand Taso.

READ  Beragam Pilihan Material Lantai untuk Tangga

Dan Lysaght Smartruss dipasarkan dimulai dari Rp150.000-Rp250.000/m2 terkait bentuk atap yang dikehendaki.